Rabu, 29 Desember 2010

Rabu, 1 Desember 2010 | 11:40 WIB
Badai biasanya membawa ketakutan. Namun, ada sesuatu yang indah sebelum badai menerjang, yaitu awan yang terjadi sebelum badai. Badai terjadi ketika suhu udara panas dikelilingi oleh suhu udara yang dingin. Kombinasi yang ekstrim tersebut menciptakan angin dan menimbulkan pembentukan awan badai. 

Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia

Ikan Lele Bermutasi Jadi Pemangsa Manusia
Seekor goonch berukuran 1,8 meter dan berat 75,5 kilogram berhasil ditangkap.
Rabu, 29 Desember 2010, 11:54 WIB
Muhammad Firman
Jeremy Wade dan Goonch Catfish, ikan sejenis 'lele' yang bermutasi menjadi pemakan daging (discovery.com)
VIVAnews - Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.

Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan  disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.

Rabu, 22 Desember 2010

SBY Minta Perempuan Bangun Karakter Bangsa

SBY Minta Perempuan Bangun Karakter Bangsa PDF Print
Thursday, 23 December 2010


JAKARTA(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan agar perempuan, terutama para ibu, tidak melupakan kewajiban mereka dalam membangun nilai, kepribadian, moral, dan watak anak bangsa.Karena itu Presiden meminta orang tua lebih memperbanyak bersama anak mereka. Presiden juga meminta orang tua tidak serta-merta menyerahkan pendidikan anaknya ke lembaga atau sekolah karena tugas mendidik anak tetap menjadi tanggung jawab utama orang tua.


 “Tentu kita senang dengan gerakan,organisasi,dan aktivis perempuan. Namun, saya berpesan dan berharap janganlah lupa menjadikan agenda pembangunan karakter bangsa, mengasuh putra- putri sebagai agenda utama. Lebih banyak kebersamaan antara anak dan orang tua dibandingkan kebersamaan mereka dengan guru di sekolah,” ujar Presiden SBY dalam puncak peringatan Hari Ibu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII),Jakarta,kemarin.

Dalam memperingati Hari Ibu, Presiden juga mengingatkan agar momentum itu seharusnya dimaknai lebih dari sekadar Mother Day. Hari Ibu juga harus diingat sebagai hari perjuangan kaum perempuan Indonesia.Presiden merasa perlu untuk menekankan kembali makna Hari Ibu karena selama ini sebagian besar masyarakat sudah mengidentikkan Hari Ibu sebagai Mother Day atau hari untuk menghormati ibu. “Hari Ibu sesungguhnya lebih dilihat dari perspektif kesejahteraan dan perjuangan kaum perempuanIndonesiauntukmengubahbangsa Indonesia menjadi lebih baik, semangat lebih bersatu kaum perempuan itu sekaligus menandai gerakanemansipasi,”tuturalumnus terbaik Akademi Militer 1973 ini.

Presiden menegaskan bahwa perjuangan kaum perempuan sejak masa pergerakan hingga pembangunan tidaklah sedikit. Perjuangan perempuan itu disalurkan lewat berbagai forum dan organisasi. Kendati mengingatkan bahwa Hari Ibu lebih dari sekadar Mother Day, presiden kelahiran Pacitan, Jawa Timur, ini meminta semua pihak tidak mempertentangkan antara Mother Daydan gerakan perempuan Indonesia. “Peringatan Hari Ibu kita letakkan secara utuh. Bisa dilihat dari perspektif kesejahteraan, kemanusiaan,dan budaya,” ucapnya. Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mengungkapkan, peringatan Hari Ibu seharusnya diingat sebagai tonggak sejarah bagi perjuangan kaum perempuan Indonesia yang pertama disuarakan pada Kongres Perempuan Indonesia, 22 Desember 1928.

“Pembangunan pemberdayaan perempuan serta kesetaraan perempuan dan laki-laki, pelaksanaan strategi pengarusutamaan gender merupakan bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia,” tutur Linda. Linda menambahkan bahwa kesetaraan perempuan dan lakilaki di Indonesia sangat bagus.Berdasarkan indeks pembangunan gender Human Development Report 2009,indeks pembangunan gender Indonesia mengalami peningkatan dari 0,704 pada 2004 menjadi 0, 726 pada 2007. Dalam acara peringatan Hari Ibu kemarin pemerintah juga memberikan anugerah Parahita Ekapraya. Penghargaan ini diberikan kepada kementerian atau lem-baga serta kepala daerah yang telah berhasil melaksanakan strate-gi pengarusutamaan gender.

Anugerah Parahita Ekapraya diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah, Jawa Timur,dan Sumatera Utara. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tingkat utama diberikan kepada Gubernur Kepuluan Riau, Bupati Malang,Wali Kota Surabaya, Bupati Magelang, Bupati Badung (Bali), Bupati Wonosobo, dan Bupati Tulungagung.

Kemudian Anugerah Parahita Ekapraya tingkat madya diberikan kepada Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto,Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Keuangan Agus Martowardojo,Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan,Menteri PPN/Kepala BappenasArmidaAlisjahbana, Provinsi Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Barat,DKI Jakarta, Kabupaten Brebes, Rembang, dan Sidrap (Sulawesi Barat). (maesaroh)

Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Pelatihan Guru

Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Pelatihan Guru PDF Print
Thursday, 23 December 2010
Pelatihan bagi guru sangat membantu meningkatkan standar kompetensi tenaga pendidik agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar. Guru adalah pilar penentu kecerdasan bangsa. Guru berkualitas akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas pula. Tapi ternyata belum semua guru di Indonesia memiliki standar kompetensi yang memadai. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional 2009, 57,40% guru Indonesia berada di bawah syarat standar yang diperlukan. Berangkat dari fakta tersebut Bank BTN berinisiatif meluncurkan Educator Empowerment Program (EEP), sebuah program pelatihan dan pemberdayaan tenaga pendidik yang memfokuskan diri pada peningkatan kualitas guru. Program yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) ini menjadi bukti nyata komitmen Bank BTN terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.

 “Kami harap Educator Empowerment Program dapat memberikan manfaat dan nilai lebih bagi tenaga pendidik di Tanah Air,serta turut mendukung langkah-langkah pemerintah dalam program pencerdasan bangsa yang berkelanjutan,” ujar Corporate Secretary Bank BTN, Rakhmat Nugroho. Rakhmat mengungkapkan bahwa EEP, yang dimulai November 2010, akan berlangsung enam bulan, dengan jumlah peserta pelatihan 50 guru dan kepala sekolah dari 12 SD di Tangerang.Menurutnya, Tangerang dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) EEP lantaran kawasan ini terdekat dari Ibu Kota dan merupakan wilayah yang potensial karena mempunyai prospek untuk berkembang lebih baik.


Untuk itu perlu didukung dengan sumber daya yang mempunyai kompetensi lebih. Ini diharapkan dapat diberikan dari para pendidik yang mendapatkan program EEP. “Dengan melatih 50 guru dan kepala sekolah dari 12 SD di Tangerang ini,maka setidaknya lebih dari 2.000 murid akan merasakan dampak positif program ini terhadap proses belajar dan mengajar di sekolah,”katanya.

Kerja sama dengan Sampoerna Foundation Dalam program EEP ini Bank BTN menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang telah berpengalaman dalam dunia pendidikan melalui Sampoerna School of Education Outreach. Pihak Sampoerna yakin cara efektif memperbaiki pola belajar dan mengajar salah satunya dimulai dari tingkat sekolah paling dasar, yakni sekolah dasar (SD). Di dalam lingkungan SD murid diharapkan dapat memahami pelajaran secara cepat dari pola mengajar yang diberikan para gurunya Karena itu pemberian pelatihan bagi pengajar di tingkat SD sangatlah tepat. Public Relations PSF Astried Anggraini mengatakan, melalui EEP para trainer akan menggali berbagai metode pembelajaran terkini dan telah teruji untuk dapat mengubah kebiasaan mengajar yang semula masih berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. “Guru dan kepala sekolah yang menjadi peserta EEP diharapkan mampu membuka pikiran dan mengubah paradigma lama, sehingga mereka dapat membimbing dan mengembangkan potensi siswa dengan lebih baik,”tuturnya.

Modul Pelatihan EEP Astried memaparkan, peserta pelatihan EEP akan mendapatkan berbagai modul pelatihan, di antaranya pelatihan manajemen kelas, kepemimpinan, profesionalisme dalam mengajar,serta cara mengajar efektif. Untuk memudahkan, modul disampaikan dalam tiga sesi terpisah. Sesi perubahan paradigma untuk mendorong peserta menjadi pendidik profesional, sesi pengembangan lingkungan belajar yang positif dan produktif, serta sesi strategi pembelajaran yang kooperatif. “Beragam pembekalan tersebut dapat memacu kemampuan guru dalam mengembangkan rencana pembelajaran yang berkualitas dan bisa diterima oleh para muridnya.

Dalam manajemen kelas, para guru juga dituntut untuk mampu menerapkan komunikasi dua arah,”tuturnya. Sampoerna menjamin seluruh materi pelatihan yang didukung melalui program CSR Bank BTN tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga peserta diharapkan tidak sulit menerapkannya kembali di dalam kelas. Selain itu, para guru juga dikenalkan dengan inovasi mengajar agar pembelajaran di kelas tidak melulu textbook, melainkan juga memanfaatkan multimedia.

Misalnya pembelajaran sejarah tentang sosok Daendels yang memerintahkan pembangunan jalan dari Anyer-Panarukan pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia tentu lebih menarik jika dipresentasikan dengan program komputer Power Point. “Pemanfaatan multimedia dalam pengajaran di sekolah internasional dan swasta memang sudah biasa, tapi untuk SD negeri mungkin masih merupakan suatu terobosan. Kami ingin ada pemerataan di semua sekolah,” ujar Astried.

EEP Merupakan Program Berkelanjutan Astried menambahkan, kendati EEP hanya akan berlangsung enam bulan, BTN memperkenankan peserta untuk berkonsultasi dengan para trainer jika menemui kesulitan selepas pelatihan usai. Pihak PSF dan Bank BTN juga akan memantau dan melakukan pendampingan terhadap penerapan materi pelatihan oleh guru di kelas guna memastikan efektivitas program berkelanjutan dan bermanfaat bagi peserta didik serta masyarakat umum sekitarnya.

Hal tersebut juga sejalan dengan salah satu misi Bank BTN, yakni memedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.Hal ini antara lain diwujudkan pada 2007,di mana Bank BTN mengalokasikan dana Rp1,5 miliar untuk program beasiswa bagi anak yatim, pembangunan sekolah dan bantuan bencana. Pada tahun tersebut,Bank BTN bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation menyalurkan beasiswa bagi 794 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain beasiswa bagi anak yatim dan siswa berprestasi, program CSR Bank BTN juga akan diarahkan pada beasiswa bagi siswa tidak mampu dan para pendidik. “Mulai 2011 Bank BTN akan membidik tiga sasaran penerima beasiswa yaitu siswa berprestasi,siswa miskin, dan pendidiknya.Program ini juga bekerja sama dengan sejumlah universitas di daerah di seluruh Indonesia,” papar Rakhmat Nugroho. (inda susanti)  

Senin, 20 Desember 2010

Menuju Malaysia dengan Kepala Tegak

Menuju Malaysia dengan Kepala Tegak PDF Print
Monday, 20 December 2010
ImagePAHLAWAN TIMNAS Striker timnas Indonesia, Cristian Gonzales mencium lambang Garuda di kostumnya usai mencetak gol ke gawang Filipina pada laga kedua semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, tadi malam.


JAKARTA(SINDO) – Tinggal dua laga yang harus dilalui pasukan Merah Putih untuk merengkuh gelar juara Piala AFF pertama kalinya.Malaysia sudah menunggu di partai pamungkas nanti.

Tim Nasional (Timnas) Indonesia memastikan tiket final Piala AFF 2010 setelah menaklukkan Filipina 1-0 pada legkedua semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tadi malam. Secara agregat, Indonesia unggul 2-0 setelah pada pertemuan pertama juga menang 1-0 lewat gol Cristian Gonzales. Dengan dukungan lebih dari 80.000 pencinta Merah Putih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Firman Utina dkk tampil impresif. Pada laga kedua, Cristian Gonzales kembali menjadi pahlawan. Gol berkelasnya pada menit ke-43 bersarang di pojok kanan gawang Filipina yang dijaga Neil Etheridge. Sebelum merobek jala Etheridge, El Locomemiliki tiga peluang emas. Pada menit ke-10, ujung tombak asal Persib Bandung itu lepas dari perangkap offsidedan berha- dapan satu lawan satu dengan Etheridge.

Sayang,kontrol bolanya dapat dibaca oleh kiper Filipina. Kali ini Gonzales mencoba peruntungan lewat headingpada menit ke-20.Tapi, lagi-lagi Etheridge bisa menyelamatkan gawangnya. Gonzales juga tinggal menceploskan umpan silang dari M Ridwan, tetapi tendangannya gagal mengenai bola. Selain Gonzales, Oktovianus Maniani juga turut membombardir lini belakang Filipina. Namun, upaya winger Sriwijaya FC tersebut dapat dimentahkan Etheridge atau barisan pertahanan Filipina. Indonesia gagal memanfaatkan kelebihan pemain setelah gelandang tengah Filipina Christopher Robert Greatwich diganjar kartu merah pada menit ke-85. Keberhasilan lolos ke final disambut sukacita pasukan Merah Putih, termasuk oleh Gonzales.

“Kami sangat senang karena Timnas lolos ke final dengan hasil sempurna. Saya bersyukur karena bisa mencetak gol. Semua ini karena dukungan teman-teman dan masyarakat Indonesia,” ungkap Gonzales selepas laga. Tambahan satu gol pada leg kedua semifinal menempatkan El Loco sebagai top skor sementara Piala AFF 2010 dengan tiga gol. Seandainya pemilik nomor punggung sembilan tersebut berhasil mempertahankan performanya, dia bisa dikatakan sebagai proyek naturalisasi tersukses tahun ini.The Azkals melakukan delapan pemutihan paspor asing. Sial, upaya Filipina mendongkrak prestasi lewat peran punggawa naturalisasi terkubur di semifinal. Namun, torehan Singapura justru lebih mengenaskan.

Mengandalkan amunisi naturalisasi, The Lions–– julukan Singapura––tersingkir di fase penyisihan Grup B. “Untuk top skor tidak terlalu dipikirkan. Sekarang fokus saya adalah bagaimana membawa tim juara. Kami sudah siap menghadapi Malaysia,”ujar El Loco. Pengakuan kekalahan ditunjukkan pelatih Filipina Simon McMenemy. ”Kami mengakui Indonesia bermain sangat bagus. Dukungan suporter juga luar biasa. Intinya,mereka sangat fantastis,” tandas McMenemy. Sukses tadi malam berarti mengantar Merah Putih keempat kalinya lolos ke final Piala AFF.

Merah Putih pertama kali lolos ke final pada 2000.Namun,di final mereka ditaklukkan Thailand dengan skor 1-4. Merah Putih kembali menelan pil pahit pada final keduanya pada 2001 lantaran ditaklukkan Thailand dengan skor 2-4 (2-2). Vonis serupa datang dua tahun kemudian. Timnas lolos ke final setelah menang agregat 5-3 atas Malaysia.Tertinggal 1-2 dari Malaysia pada leg pertama, Merah Putih secara gemilang membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-1.Namun, nasib nahas harus diterima Timnas di final.Merah Putih kalah agregat 2-5 dari Singapura. Pemain Timnas Ahmad Bustomi berterima kasih atas dukungan penonton yang luar biasa pada pertandingan tadi malam.

”Dukungan suporter yang luar biasa membuat kami sangat termotivasi. Sukses ini milik seluruh masyarakat Indonesia. Saya bermain untuk mereka. Kami tidak mau euforia dan langsung fokus, bagaimanapun performa Malaysia meningkat,”kata Ahmad Bustomi. Merah Putih akan dijamu Malaysia pada leg pertama final Minggu (26/12). Harimau Malaya–– julukan Malaysia––meraih tiket final setelah menang agregat 2-0 atas Vietnam. Melawan Malaysia, Timnas sebelumnya memiliki catatan bagus karena menang 5-1 pada penyisihan Grup A Piala AFF 2010. Dari lima pertemuan terakhir,Timnas menang tiga kali dan sisanya kalah. ”Kami sangat senang bisa lolos ke final. Setidaknya perjuangan tadi (kemarin) membuahkan hasil positif.Kami siap berangkat ke Malaysia,” kata Oktovianus Maniani.

Bonus Pemain

Atas keberhasilan lolos ke final, bonus kepada pemain sebesar Rp2,5 miliar langsung dikucurkan. Merah Putih sebelumnya sudah menerima bonus Rp500 juta setelah memastikan tiket semifinal. ”Pemain tampil luar biasa.Mereka tetap bertarung selama laga. Tapi, tantangan berikutnya sudah menanti. Bonus Rp2,5 miliar malam ini (kemarin) langsung kami cairkan,” ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengisyaratkan akan memberikan bonus kepada Timnas Indonesia yang berhasil melangkah ke final Piala AFF untuk keempat kalinya.

Ditemui di ruang VVIP setelah menonton pertandingan, Presiden SBY terlihat sumringah. ”Nanti ada saatnya,”ujar Presiden sambil mengacungkan ibu jarinya saat ditanya soal penghargaan kepada Timnas. Presiden yang ditemani Ibu Ani Yudhoyono juga memberi pujian atas permainan dan prestasi anak asuhan Alfred Riedl. ”Kita bisa masuk final.Anak-anak kita bermain baik. Serangannya ada. Pertahanannya kuat,” kata Presiden yang didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Namun, Presiden mengingatkan Cristian Gonzales dkk untuk tidak lengah dan segera berkonsentrasi untuk menghadapi Malaysia di laga puncak.

Tidak lupa, Presiden juga mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali mendukung Timnas. ”Tapi jangan lengah, terus berkonsentrasi untuk masuk final bersama Malaysia. Minta doa supaya menang,”tandas Presiden. Laga puncak akan digelar dua kali dengan menggunakan sistem home and away pada 26 dan 29 Desember,masing-masing di Kuala Lumpur dan Jakarta. Selain Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono,ikut juga menyaksikan pertandingan semalam di antaranya Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum,Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, serta jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II seperti Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koperasi dan UMKM Syarif Hasan.

Dalam pertandingan semalam, Presiden dan jajaran petinggi pemerintah terlihat bersemangat memberikan dukungan. Saat pemain memasuki lapangan,mereka kompak berdiri untuk memberi dukungan dengan mengangkat dan melambai-lambaikan syal. Penghormatan mereka ini dilakukan sampai lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Saat Cristian Gonzales mencetak gol, Presiden langsung berdiri dan melambai-lambaikan tangan.

Tiket Semrawut

Sementara itu, semrawutnya penjualan tiket pada babak semifinal kedua Piala AFF 2010 antara Timnas Indonesia lawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta kemarin diakui ketua panitia penyelenggara lokal, Joko Driyono. Joko menilai, antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat pihak panitia harus berbuat di luar standar yang telah ditentukan. Ada keanehan memang dalam jumlah suporter yang ada di dalam stadion dengan jumlah penjualan tiket yang dilakukan pihak panitia.

”Keinginan besar masyarakat untuk menyaksikan Timnas bermain di luar dugaan kami. Dalam hal ini,kami mengambil keputusan yang bersikap insidental untuk mengantisipasi suporter yang mengamuk karena tidak memiliki tiket,” ungkap Joko seusai laga semifinal. ”Tiket awal kami persiapkan sekitar 72.000 lembar, tapi jumlah penonton pertandingan ini mencapai 85.000 orang. Jelas terdapat perbedaan.Itu terjadi karena kami mengeluarkan tiket yang sebenarnya bukan standar tiket asli. Ini semua untuk mengantisipasi amarah suporter yang tidak mendapatkan tiket,” kata Joko, yang juga menjabat CEO PT Liga Indonesia.

Antusiasme masyarakat yang berlebih memang amat terasa sebelum laga semifinal antara Indonesia kontra Filipina berlangsung. Masih banyaknya suporter yang berkeliaran di luar stadion, padahal laga sudah berlangsung, sempat menimbulkan situasi yang kurang kondusif. ”Sebenarnya kami dalam keadaan sulit.Kami yang seharusnya mengatur soal penjualan tiket malah membuat kami mengikuti keinginan publik,”ucap Joko. Terlepas dari kisruh penjualan tiket Piala AFF, keuntungan besar tetap dirasakan panitia penyelenggara.

Tidak tanggung-tanggung, pemasukan yang didapat panitia sejak awal pergelaran Piala AFF mencapai Rp13,5–14 miliar. (wahyu argia/ decky irawan jasri/maesaroh)

Rabu, 08 Desember 2010

Mahasiswa Palang Kampus, Rusak Mobil

Hari Anti Korupsi
Mahasiswa Palang Kampus, Rusak Mobil
Laporan wartawan KOMPAS Ichwan Susanto
Kamis, 9 Desember 2010 | 08:10 WIB

Kompas/Ichwan Susanto
Mahasiswa Uncen, Kamis (9/12) pagi, memalang kampusnya sendiri di Kampus Waena Jayapura Papua. Mereka akan memperingati hari antikorupsi sedunia.
JAYAPURA, KOMPAS.com - Hari Antikorupsi, Kamis (9/12/2010), diperingati sekitar 50 mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura Papua dengan memalang kampusnya sendiri di Waena. Mahasiswa menutup pintu jalan masuk kampus untuk merekrut simpatisan lain guna diajak bersama-sama demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat Papua.
Aksi mahasiswa ini mengganggu jalannya ujian semester beberapa jurusan. Sekitar seratusan mahasiswa lain yang telanjur datang ke kampus tidak dapat melintas. Mereka malah memarkir motornya dan melihat aksi ini dari jarak sekitar 75 meter.
Pembantu Dekan III Fisip Uncen, Yan Piet Morin sempat marah-marah dan berdebat dengan mahasiswa karena aksi mahasiswa itu mengganggu perkuliahan. "Saya dukung antikorupsi. Tetapi jangan korupsi waktu mengajar saya," ucap Morin kepada mahasiswa. Mahasiswa tetap menolak membuka palang.
Sesaat datang rombongan Pembantu Rektor III Paulus Hormes menggunakan mobil kijang DS 5120 AB (plat merah). Saat turun, ia langsung membuka palang. Sempat terjadi perdebatan, namun tiba-tiba, salah seorang anggota rombongan bernama Max Kareth memukul mahasiswa yang berorasi. Hal ini mengundang emosi teman-temannya.
Max yang merupakan pejabat Uncen di bagian manajemen ini kemudian malah masuk ke mobil. Max mencoba menabrak para mahasiswa. Akibatnya, emosi mahasiswa tersulut dan mereka beramai-ramai merusak mobil yang dikendarai Max. Akibatnya, kaca samping kanan pecah dan sejumlah bagian mobil peyok.
Untungnya insiden yang membuat para mahasiswa yang menonton ini kocar-kacir ini tak berlangsung lama. PR III segera menenangkan mahasiswa. Para mahasiswa mengancam akan memproses hukum tindakan penganiayaan yang dilakukan Max. Saat ini suasana masih tegang karena seratusan mahasiswa masih menggerombol meski palang telah dibuka.

Zat-zat makanan yang diperlukan tubuh adalah

Zat-zat makanan yang diperlukan tubuh adalah

- karbohidrat
- lemak
- protein
- vitamin
- mineral
- air

Tetapi, selain zat-zat makanan tersebut di atas, di dalam makanan kita masih terdapat zat-zat lain yang pada umumnya tidak mempunyai nilai gizi.

Zat-zat ini disebut zat tambahan (additives) pada makanan, yaitu :
1. Zat tambahan untuk membuat makanan menjadi lebih menarik kelihatannya, lebih sedap bau dan rasanya dan lebih awet bila disimpan.
2. Zat tambahan yang bercampur dengan makanan pada waktu dalam proses penyediaan/pembuatan bahan makanan.
Zat tambahan im harus aman penggunaannya, yaitu tidak mengganggu kesehatan.

URAIAN BEBERAPA ZAT TAMBAHAN

1.
Zat warna: tujuan penambahan ialah membuat makanan lebih menarik.

Ada 2 macam zat warna:

a. Zat Warna Nabati, yaitu yang berasal dari alam/tumbuh-tumbuhan. seperti warna hijau dari daun suji (daun pandan) dan warna kuning atau jingga dari kunir (kurkuma).
b. Zat Warna Sintetik, yang umumnya dibuat dari ter batubara
Zat warna ini tidak boleh digunakan untuk makanan, karena beracun. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat warna itu dapat menimbulkan penyakit kanker.


2.
Zat Penyedap (penguat rasa) : Tujuan penambahan ialah agar makanan lebih sedap rasa dan baunya.

3.
Zat Pengawet
Penggunaan gula dan garam sebagai pengawet sudah diketahui orang banyak.
Untuk makanan dalam kaleng umumnya digunakan zat pengawet lain, misalnya natrium benzoat. nipagin, sendawa dan asam sitrat. Ada kalanya digunakan juga antibiotik.
Minyak dan lemak jika tidak disimpan baik, lama kelamaan menjadi tengik. Peristiwa ini terjadi karena asam lemak
yang tidak jenuh dalam bahan ini teroksidasi.
Udara, cahaya dan kerja bakteri adalah penyebabnya. Untuk mencegah proses ini pada minyak atau lemak ditambahkan zat pengawet yang tergolong "antioksidan".

Contohnya:
- butil hidroksi anisol (BHA)
- butil hidroksi toluena (BHT)

Biasanya antioksidan digunakan bersama dengan asam sitrat atau asam askorbat (vitamin C) yang fungsinya untuk memperkuat kerja antioksidan itu.
Zat tambahan golongan lainnya yang secara tidak sengaja bercampur dengan makanan ialah bahan-bahan kimia yang digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan, misalnya senyawa organoklor.
Karena itu kita harus mencuci bersih lebih dahulu sayuran dan buah-buahan yang akan kita makan untuk mencegah
keracunan oleh bahan kimia itu. Hormon-hormon yang sekarang sering diberikan kepada hewan potong untuk
mempercepat pertumbuhannya dapat juga merupakan zat pada makanan yang tidak kita kehendaki.


4.
Zat Pemanis
Gula Pasir dan gula jawa adalah pemanis alami yang sering dipakai sehari-hari. Pemanis sintetis sering digunakan dalam industri minuman seperti limun, sirup dan lain-lain. Penggunaan pemanis sintetis ini harus dibatasi karena kelebihan pemanis sintetis dalam minuman atau makanan akan menyebabkan penyakit.
Pemanis sintetis yang aman penggunaannya adalah gula stevita yaitu gula yang berasal dari daun Stevita rebaudina.